SIMBOL-SIMBOL TAHUN GEREJA

Kalau kita perhatikan setiap ibadah minggu di gereja-gereja GPIB, gambar dan warna dasar pada kain mimbar maupun stola yang digunakan presbiter berubah-ubah pada minggu-minggu tertentu.  Begitu pula dalam ibadah-ibadah khusus di Hari Raya Gerejawi.  Perubahan ini mengikuti kalender tahun gereja.   Kalender Gereja adalah siklus waktu setahun yang di dalamnya umat menjalankan ibadah.  Bagi gereja, siklus waktu berpedoman pada hidup dan karya Kristus, yang berawal dan berakhir dengan berita tentang Yesus.
Ada dua siklus dalam Kalender Gereja, yaitu:

  1. Siklus Natal, meliputi:
    • Adventus (kedatangan)
    • Natal  (kelahiran)
    • Epifani (penampakkan Yesus di muka umum),
  1.  Siklus Paskah, meliputi
    • Prapaskah (Pelayanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem)
    • Jumat Agung (kematian),
    • Paskah (kebangkitan)
    • Kenaikan Yesus ke Surga
    • Pentakosta (keturunan Roh Kudus)
    • Minggu Trinitas, dan 
    • Hari Minggu Biasa (Minggu sesudah Pentakosta).

Siklus ini merupakan momentum untuk mengarahkan dan membina umat untuk beribadah dan menghayati hidup serta karya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Kepala Gereja.  Penghayatan itu selanjutnya ditunjang oleh Bacaan Alkitab, baik secara berkelanjutan (Lectio Continua) maupun bacaan pilihan (Lectio Selecta) dan didukung oleh simbol-simbol ibadah. Simbol-simbol itu juga diungkapkan melalui warna-warna liturgis tertentu yang mengandung makna tentang berita karya penyelamatan Allah.
Warna-warna liturgis itu secara internasional mengandung arti sebagai berikut:

  • Putih artinya kebersihan, kesucian, kekudusan, kemeriahan, kedamaian dan kesederhanaan.
  • Merah artinya keperwiraan, keberanian, kesatiaan dan kepahlawanan.
  • Ungu artinya pertobatan.
  • Hijau artinya rasa syukur, terima kasih dan puji-pujian.
  • Hitam artinya kematian dan kedukaan.

GPIB merasa wajib untuk memelihara simbol-simbol tradisi Kristiani tersebut karena mempunyai arti yang khas bagi iman Kristen.   Secara teologis, gereja memahami bahwa semua peristiwa dan perbuatan penyelamatan Allah, seluruh karya Yesus pada masa lampau,  dan apa yg dilakukan oleh gereja mula-mula di dalam ibadah mereka, kembali dibentangkan di depan kita pada masa kini.Fungsi warna dan gambar yang menghiasi kain mimbar dan stola dimaksudkan agar jemaat dapat memahami apa makna dan suasana dari ibadah yang diselenggarakan saat itu.   
Berikut ini simbol/logo Tahun Gereja yang berlaku di GPIB:

  1. EPIFANIA
  2. PRAPASKAH
  3. JUMAT AGUNG
  4. PASKAH
  5. KENAIKAN YESUS KE SORGA
  6. PENTAKOSTA
  7. MINGGU TRINITAS
  8. MINGGU PENTAKOSTA
  9. ADVENTUS
  10. NATAL

*********

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s