Kamis, 3 Januari 2013 Pagi

KJ 387 : 1

Perangkap Kecongkakan
Mazmur  10 : 1 – 1

“Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.” (ayat 2)
 
Masih ingat pemberitaan disekitar Pemilukada di ibukota negara kita? Pernyataan tokoh masyarakat bahkan pemuka umat cenderung menekan serta menindas pasangan calon terpilih yang sekarang menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur. Dari segala segi tidak mungkin menang, karena pandangan bahkan ‘fatwa’ pemuka umat sangat jelas untuk tidak memilih pasangan terpilih itu. Tetapi semuanya di jungkir balikkan. Perhitungan-perhitungan yang lebih mendasar karena kecongkakkan, kalah dengan angka yang cukup signifikan. Kita mengimani bahwa TUHAN Allah berkuasa atas segala sesuatu. Ia punya waktu dan kehendak. Apa yang mustahil bagi manusia tidak mustahil bagi Allah.
Mazmur ini membuka secara gambling tentang kehidupan umat yang tetap berpengharapan pada kasih setia dan kuasa Allah. Pada sisi lain, diungkapkan bahwa ‘kemenangan’ orang – orang fasik adalah semu. Orang – orang fasik menganggap bahwa mereka bahagia dan berhasil. Mereka merasa lebih baik bahkan lebih hebat dari Allah (ayat 2 – 6). Padahal yang mereka lakukan adalah kejahatan, tipu daya, pembunuhan, penganiayaan, menjebak dan menindas orang yang lemah (ayat 7 – 10). Yang lebih buruk lagi, dengan congkaknya mereka menganggap Allah ‘tidak mau’ dan ‘tidak mampu’ bertindak (ayat 11). Umat Allah kemudian berseru dan mengadu hanya kepada Allah yang peduli dan tidak pernah meninggalkan mereka. Kejujuran dan penyerahan utuh membuat umat Allah dapat bertahan dan melewati segala pergumulan.
Hari ketiga ditahun baru, banyak harapan terbentang di depan sana dan pada saat yang sama banyak juga jebakan mengintip dan siap menghadang. Firman Tuhan memberikan kekuatan dan keteguhan iman, sehingga kita tidak terjebak dalam perangkap kecongkakan yang dapat membuat kita hidup dalam kesemuan bahkan jauh dari Allah.

KJ. 387 : 2
 
Doa : (Ya TUHAN berikan kami kerendahan hati dan kepekaan, sehingga kami tidak terperangkap dalam kecongkakan hidup.)

Sumber : Sabda Bina Umat

 

 

 

Pos ini dipublikasikan di RENUNGAN HARIAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s